Jumat, 08 April 2011
Ambon - Camat Baguala, W. Latuny, berjanji akan melunasi insentif para Ketua RT/RW di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, yang sampai saat ini belum dibayarkan.
"Untuk insentif Desa Waiheru ketika saya pulang, saya langsung panggil bendahara untuk segera membayarnya," janji Latuny, kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis (7/4).
Dikatakan, untuk pembagian insentif RT/RW, tidak lagi dibagikan ke masing-masing desa tetapi diambil langsung di kecamatan, karena kendala dengan bukti-bukti pembayaran, sehingga ketika akan mengusul ke Pemerintah Kota Ambon, untuk permintaan berikutnya mengalami keterlambatan.
Namun anehnya Latuny mengaku, kalau uang insentif tersebut telah diterima oleh pihaknya bersama dengan empat kecamatan yang lain sejak tanggal 18 Maret kemarin, namun entah kenapa sampai hak-hak dari para RT/RW ini baru akan direalisasikan dan setiap hari kerja para RT/RW di Desa Passo maupun di desa lain datang langsung mengambil hak mereka di Kantor kecamatan.
Sebelumnya diberitakan sejumlah Ketua RT/RW di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, mengeluhkan tunjangan insentif selama enam bulan, terhitung sejak bulan Juli-Desember 2010, yang hingga kini belum juga dibayarkan kepada mereka.
Kepada Siwalima, salah satu Ketua RT yang berdomisili di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, yang enggan namanya dikorankan, menyesalkan kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini pihak kecamatan yang hingga kini belum lagi membayarkan tunjangan insentif milik ketua-ketua RT/RW yang berada di Desa Waiheru, padahal pemkot telah merealisasikannya sejak bulan Februari lalu.
Dirinya merincikan, setiap Ketua RT/RW dijatahi tunjangan insentifnya sebesar Rp 100 ribu per bulan dan jika dikalikan dengan enam bulan maka yang harus diperoleh pihaknya sebesar Rp 600 ribu, namun hingga kini belum juga dibayarkan.
"Kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak desa namun dana tersebut belum juga dicairkan dari pihak kecamatan, padahal ketika dikonfirmasi lagi dengan ketua-ketua RT/RW di desa lain, mereka telah memperolehnya. Lalu pertanyaannya kenapa untuk Desa Waiheru belum juga dicairkan," terangnya, ketika mendatangi redaksi Siwalima, Selasa (5/4).
Sumber tersebut juga mengaku, akan melakukan penelusuran terkait dengan mengendapnya insentif tersebut, yang dilakukan oleh pihak kecamatan, sebab bila dijumlahkan sangat besar, di mana jumlah seluruh RT/RW di Desa Waiheru sebanyak 34 orang, jika dikalikan dengan Rp 600 ribu, maka total insentif seluruhnya sebesar Rp 20.400.000.
"Kami minta agar Walikota Ambon segera mengevaluasi kinerja dari Kepala Kecamatan Teluk Ambon Baguala, N. Latuny, yang diduga telah mengebiri hak-hak dari ketua-ketua RT/RW di Desa Waiheru, bila perlu digantikan saja dari jabatannya," pintanya. (S-34)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar