| Ambon - Pesawat Banda Air yang mengangkut 105 penumpang mengalami kecelakaan di ujung landasan pacu Bandara Internasional Pattimura, Kamis (14/4). Insiden kecelakaan ini bukanlah kejadian sesungguhnya, namun hanya merupakan bagian dari Skenario Latihan Penanggulangan Gawat Darurat dan Aviation Security (Avsec) Exercise "Dirgantara Raharja 61" yang berlangsung di Bandara Internasional Pattimura, Kamis (14/4) Saat latihan tersebut disimulasikan pesawat Banda Air dengan tipe Airbush 320 call sign BDA-956 registrasi PK-RGK melaksanakan penerbangan rutin dari Ambon menuju Makassar. Di tengah perjalanan mesin sebelah kiri dari pesawat tersebut, sehingga pilot memutuskan kembali ke Bandara Internasional Pattimura. Pesawat akhirnya terbang dengan satu mesin, sehingga membutuhkan bantuan dan prioritas saat mendarat nantinya. Beberapa saat sebelum mendarat, pesawat dilaporkan sudah tidak bisa terkendali bahkan api yang berkobar di mesin kiri pesawat sudah terlihat oleh tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandara. Pesawat kemudian bergerak turun dan menabrak perangkat ‘approach light' di ujung landasan, sehingga benturan yang terjadi menyebabkan sebagian badan pesawat terlempar ke kiri (di darat) sekitar 100 meter dari pantai lalu terbakar dan sebagian badan pesawat tertinggal di laut. Air Traffic Control (ATC) langsung membunyikan ‘crash bell' sebagai tanda terjadinya accident. Api menyala, disertai suara ledakan. Tim PKP-PK langsung menuju TKP diikuti oleh crash tim, ambulance beserta dukungan TNI AU dan SAR. Pada saat yang sama tim SAR juga dengan rescue boat-nya menuju laut tempat sebagian badan pesawat terlempar untuk bagian evakuasi laut. Proses evakuasi para korban pun dilakukan oleh 338 personil gabungan yang dikoordinir oleh Tim Pertolongan dan Pengendalian Kecelakaan Pesawat (P2KP). Kendati insiden tersebut hanya skenario, namun para personil yang terlibat dalam latihan melakukan tugas secara serius karena ada penilaian dari tim penilai dari berbagai unsur terkait. Keamanan Gubernur Maluku, KA Ralahalu saat membuka latihan tersebut mengatakan, melalui latihan dimaksudkan, jajaran Bandara Internasional Pattimura dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan pelayanan yang prima di bandara, sehingga diharapkan manajemen dan pihak terkait dapat terus meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa transportasi udara. "Dengan demikian, maka fungsi dan peran Bandara Internasional Pattimura sebagai pintu gerbang Provinsi Maluku dapat benar-benar terwujud dan pada gilirannya berdampak pada pembangunan di berbagai bidang," katanya. Ralahalu menilai latihan ini sangat penting karena berskala nasional, sehingga dinilai dan dihadiri oleh pejabat Kementerian Perhubungan, direksi serta perwakilan bandara-bandara lain di jajaran PT. Angkasa Pura I (Persero). "Latihan ini berbeda dengan sebelumnya karena dilaksanakan dengan menggabungkan dua matra sekaligus, yaitu di darat dan di laut, sehingga dengan demikian semakin banyak unsur dan instansi terkait yang terlibat sekaligus menjadi tolak ukur dalam menilai dan ebvaluasi kemampuan sumber daya manusia, fasilitas pendukung serta prosedur dan koordinasi yang selama ini dilaksanakan," ungkapnya. Kewaspadaan Sementara itu, Direktur Operasi dan Teknik PT. Angkasa Pura I (Persero), Hartjoso Tjatur Prijanto menjelaskan, meningkatnya pengguna jasa penerbangan dan segala aktivitas pendukungnya harus mendapat perhatian yang serius, dalam hal kewaspadaan dan kesiagaan mengantisipasi kemungkinan terjadinya suatu keadaan gawat darurat baik yang terkait langsung dengan pengoperasian pesawat udara ataupun kondisi-kondisi gawat darurat lainnya. "Dalam hal penanggulangan suatu keadaan gawat darurat, pengelola bandara tidak akan cukup mampu untuk mengatasinya sendiri tanpa dukungan atau bantuan dari pihak-pihak lain yang terkait, sehingga latihan penanggulangan gawat darurat secara periodik dilaksanakan di tiap-tiap bandara merupakan ajang uji coba terhadap sistem penanggulangan keadaan gawat darurat," jelasnya. Menurutnya, latihan penanggulangan gawat darurat dengan sandi "Dirgantara Raharja" di Bandara Internasional Pattimura merupakan penyelenggaraan yang ke-61 dan merupakan latihan pertama di tahun 2011 ini. "Di tahun 2011 ini, program kerja operasi bandara telah direncanakan latihan penanggulangan gawat darurat di Bandara Pattimura-Ambon, Bandara Adi Sutjipto-Yogyakarta, Bandara Syamsudin Noor-Banjarmasin dan Bandara Sultan Hasanuddin-Makassar. Latihan sebelum ini telah kami laksanakan di Bandara Ngurah Rai-Bali pada 25 November 2010 lalu," ungkapnya. (S-12) |
Dewan Kehormatan Advokat Indonesia Dilantik
14 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar